Fungsi dan manfaat terumbu karang bagi umat Manusia

Manfaat penanaman Terumbu Karang

 

  • Sebagai tempat hidup/ habitat bagi sejumlah spesies yang terancam punah seperti kima raksasa dan penyu laut.
  • Sebagai tempat tinggal, berkembang biak, dan mencari makan ribuan jenis ikan, hewan, tumbuhan dan makanan laut lainnya yang mengandung protein tinggi, yang banyak dibutuhkan manusia dalam bidang pangan dan menjadi tumpuan kita.
  • Sebagai sumberdaya laut yang mempunyai nilai potensi ekonomi yang sangat tinggi dan menjadi penghasilan bagi nelayan (tangkapan ikan).
  • Sebagai kekayaan pariwisata, wisata bahari melihat keindahan bentuk dan warnanya yang berdaya jual tinggi.
  • Masyarakat disekitar terumbu karang dapat memanfaatkan hal ini dengan mendirikan pusat-pusat penyelaman, snorkeling, memancing, restoran, penginapan sehingga pendapatan mereka bertambah.
  • Terumbu karang merupakan potensi masa depan untuk sumber lapangan kerja bagi rakyat Indonesia.
  • Sebagai laboratorium alam untuk pendidikan dan penelitian.
  • Sebagi sumber kekayaan laut yang bisa digunakan sebagai obat-obatan alami, pemanfaatan biota perairan lainnya yang terkandung di dalamnya.
  • Secara tradisional dapat digunakan sebagai bahan bangunan karena mengandung kapur. Demikian pula pasir yang diambil dari ekosistem terumbu karang digunakan sebagai bahan campuran semen. Kerang atau tiram raksasa diambil cangkangnya untuk dijadikan bahan pembuat lantai bangunan.

Manfaat terumbu karang secara tidak langsung:

  • Dari segi fisik, terumbu karang berfungsi sebagai pelindung/ penahan pantai dari erosi dan abrasi. Struktur karang yang keras dapat menahan gelombang, ombak laut, maupun arus sehingga mengurangi abrasi pantai dan mencegah rusaknya ekosistem pantai lain seperti padang lamun dan mangrove.
  • Sebagai sumber keanekaragaman hayati.

MANFAAT BERKELANJUTAN:

  • Perikanan lepas pantai. Berbagai sumberdaya ikan pelangis (mis. Scombridae, Exocoetidae, Carangidae, Characharinidae) bergantung pada ekosistem terumbu karang, baik sebagai lokasi memijah, membesarkan anak, dan makan.
  • Perikanan terumbu. Empat kelompok sumberdaya ikan terumbu yang penting bagi nelayan:
  1. Ikan, mis. Muraenidaem Serranidae, Holocentridae, Lutjanidae, dll
  2. Avertebrata, mis. Gastropoda, Bivalva, Krustasea, Cephalopoda, Ekhinodermata, Coelenterata
  3. Reptil, mis. Ular laut dan penyu
  4. Makrofita, mis. Alga dan lamun
  5. Perlindungan pantai dan pulau kecil
  6. Wisata bahari
  7. Marikultur
  8. Bioteknologi
  9. Perdagangan biota ornamental
  10. Wilayah perlindungan
  11. Penambangan pasir karang
  12. Kerajinan souvenir
  13. Penelitian dan pendidikan
  • Manfaat terumbu karang sebagai daerah tangkap ikan (fishing ground) nelayan tradisional

MANFAAT YANG TIDAK BERKELANJUTAN

  • Aktivitas ekstratif
  • Perikanan dengan metode destruktif
  • Pengumpulan organism terumbu
  • Perdagangan biota ornamental
  • Pembangunan persisir
  • Manfaat terumbu karang dapat berkurang atau bahkan musnah apabila di wilayah pesisir terdapat aktivitas pembangunan yang tidak ramah lingkungan
  • Peranan terumbu karang terhadap system perikanan. Terumbu karang merupakan ekosistem laut yang paling produktif dan tinggi keanekaragamanhayatinya.
  • Produktivitas primer yang tinggi dan kompleksnya habitat yang terdapat di ekosistem terumbu karang memungkinkan daerah ini berperan sebagai tempat pemijahan, tempat pengasuhan dan tempat mencari makan berbagai spesies ikan dan biota laut lainnya. Dengan demikian, secara otomatis produksi sekunder (ikan dan biota laut lain) di daerah terumbu karang juga sangat tinggi.
  • Komunitas ikan di ekosistem terumbu karang terdapat dalam jumlah yang besar dan terlihat mengisi seluruh daerah di terumbu, sehingga dapat dilakukan bahwa ikan merupakan penyokong berbagai macam hubungan yang ada dalam ekosistem terumbu.Tingginya keanekaragaman jenis dan kelimpahan komunitas ikan di ekosistem

Selain keanekaan relung hidup yang tinggi, ada faktor lain yang perlu dipertimbangkan yaitu tingkat spesialisasi yang tinggi dari tiap spesies. Banyak spesies ikan yang memiliki kebutuhan yang sama sehingga terdapat persaingan aktif, baik antara spesies yang berbeda maupun antara spesies yang sama. Persaingan ini kemudian menuju pada pembentukan relung ekologi yang lebih sempit lagi. Dengan demikian, di ekosistem terumbu karang seringkali terlihat bahwa pergerakan banyak spesies ikan sangat terlokalisasi, terbatas pada daerah-daerah tertentu, dan terdapat perbedaan yang nyata antara ikan-ikan yang aktif di malam dan siang hari. Sejumlah spesies ikan pelagis tergolong piscivor (pemangsa ikan-ikan lain), seperti hiu, kerapu, kuwe, dan kakap.

Umumnya ikan-ikan piscivor berukuran besar, baik yang hidupnya di lingkungan pelagis maupun terkait erat dengan terumbu (kerapu), memiliki nilai ekonomis penting dan menjadi target utama dalam kegiatan perikanan tangkap. Komunitas ikan piscivor sangat bergantung pada keberadan terumbu karang, baik untuk memijah atau bertelur, membesarkan larva dan juvenilnya, serta mencari makan.

Dapat terlihat bahwa komunitas ikan piscivor tergolong sebagai top predator di ekosistem terumbu karang. Selain ikan piscivor, jenis ikan lain yang juga menjadi target tangkapan nelayan adalah ikan planktivor (pemakan plankton), terutama dari famili Caesionidae (ikan ekor kuning).

Referensi

 

Iklan

Perihal himapikaniku
HIMAPIKANI, Himpunan Mahasiswa Perikanan Indonesia, menghimpunan seluruh mahasiswa perikanan di indonesia untuk bersatu dalam kesatuan gerakan membangun indonesia maju dengan pengembangan ekonomi yang berbasiskan kemajuan di bidang perikanan dan kelautan.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: